Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

Mecaru Rsi Gana Dadia Arya Keloping Besang Kawan Tohjiwa

Gamelan beleganjur dengan tempo cepat berulang membahana seperti menembus jauh ke angkasa. Ibu-ibu mulai menata banten maupun canang sari di meja utama dan balepawedaan ketika sang pedanda mulai melantunkan mantra-mantra suci membuka upacara. Harum asap dupa semerbak memenuhi pura. Warna-warni kain dan hiasan pada bangunan-bangunan pelinggih pura menambah semarak di pagi yang sejuk ini. 
Di beberapa sudut, para sanak saudara duduk membentuk kelompok-kelompok kecil menunggu ambil bagian dalam prosesi upacara. Anak-anak bermain ke sana kemari, yang mana sesekali diingatkan oleh orang-orang dewasa. Sementara di bale dauh -rumah bagian barat-, yang berada di luar area pura, para pemangku pura di desa serta klian atau ketua adat duduk bersila menyaksikan jalannya upacara. 
Menjelang siang cuaca tak bertambah panas. Hujan yang mengguyur semalam masih menyisakan mendung. Sepertinya nyala api sang juru terang (pawang hujan) keluarga telah direstui ketika memohon alam untuk tetap bersahabat p…

Jejak-jejak Sejarah Cikini

Siang kala bulan puasa ini cukup terik di sepanjang Jalan Menteng Raya Jakarta. Lalu-lalang kendaraan ramai melintas. Saya mulai melangkahkan kaki memasuki pelataran Museum Joeang 45 atau lebih dikenal dengan Gedung Joeang 45 yang sudah ramai dipenuhi oleh para anggota Komunitas Historia Indonesia (KHI) yang akan melakukan heritage trails di kawasan Cikini ini, kawasan yang sejak zaman Belanda merupakan salah satu kawasan pelesiran dan pusat perbelanjaan. Di kawasan Cikini ini pula membentang tanah yang dulu dimiliki oleh Raden Saleh, seniman lukis kenamaan dunia yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Mungkin sebagian besar warga yang sehari-hari melintas di tempat ini tak sadar bahwa Cikini menyuguhkan remah-remah sejarah penting masa lalu Jakarta yang beberapa bagiannya masih tersisa sampai kini. Setelah menyelesaikan registrasi keikutsertaan kegiatan, saya bersama rekan-rekan KHI menonton film pendek tentang sejarah berdirinya Gedung Joeang 45 di sebuah ruangan. Gedung Joeang 45 ini…

Sebuah Percakapan dalam Perjalanan

Langit Jakarta perlahan mulai gelap. Lampu-lampu gedung dan penerang jalan mulai menyala terang. Pun begitu juga dengan sorotan-sorotan lampu dari kendaraan yang lalu-lalang di sepanjang jalan MT Haryono dan Gatot Subroto sore itu. Saya sedang berada di dalam taksi bersama dua orang sahabat menuju salah satu sudut tempat belanja yang konon katanya terbaru di metropolitan ini. Percakapan pun terjadi di sepanjang perjalanan yang lancar di penghujung akhir pekan ibu kota.

* * *

"Gila! Tanah di Bali harganya tak terkira. Baru sebulan lalu bisa dibeli, sekarang sudah jauh melambung tinggi", begitu ujar salah seorang membuka pembicaraan. Katanya, harga tanah di pulau  pariwisata dunia ini harganya memang pasti tinggi dan selalu melaju naik tinggi. Ia berpendapat bahwa ini karena maraknya para pejabat dan orang-orang yang memiliki pangkat tinggi melakukan pencucian uang dalam tindakan korupsinya. Lihat saja contoh mantan Komisaris Jenderal Djoko Susilo yang memiliki tanah luas di Ta…

Sejenak dalam Festival Wayang

Berawal dari sebuah artikel liburan di harian Kompas, saya kemudian mengetahui bahwa ada sebuah festival wayang tahunan yang kembali diadakan lagi pada tahun 2013 ini di Taman Fatahillah di kawasan Kota Tua Jakarta. Festival wayang tahunan ini telah dimulai sejak tahun 2011 lalu yang berarti bahwa pada tahun 2013 ini adalah festival yang ketiga kalinya. Disponsori oleh Yayasan Total Indonesia, festival wayang ini diselenggarakan juga melalui kerja sama Sekretariat Wayang Nasional Indonesia (Senawangi), Persatuan Perdalangan Indonesia (Pepadi), dan Museum Wayang. Langit Jakarta mendung seharian ini. Hujan gerimis turun sedari pagi sampai sore. Jika berkeinginan memotret landscape ibukota, tentu gambar-gambar yang dihasilkan akan pucat pasi. Tetapi di kawasan Taman Fatahillah yang basah karena hujan, stan-stan pameran tetap berdiri walaupun terbungkus oleh kain-kain pelindung hujan. Ketika saya tiba di tempat ini, acara festival secara resmi sebenarnya belum dimulai karena acara akan d…

Berkunjung ke Kampung Naga

Berada di sisi utara kaki Gunung Cikuray mengingatkan saya akan pengalaman beberapa bulan silam pada akhir tahun 2012 saat saya dan Andi Wirawan alias Acong mengunjungi Kampung Naga, sebuah perkampungan sekelompok masyarakat adat Sunda yang masih memegang teguh adat istiadat peninggalan leluhurnya. Berlokasi tak jauh dari Jalan Raya Tasik – Singaparna – Garut, kampung ini secara administratif terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
Kala itu, setelah melalui enam jam perjalanan dari Jakarta dan bermalam di sebuah mushola salah satu Pertamina Kota Tasikmalaya, saya dan Acong pun tiba di hari yang masih pagi di gerbang pintu masuk Kampung Naga. Begitu memasuki gerbang, ada lapangan parkir yang cukup luas dengan beberapa warung dengan fasilitas kamar mandi di sekelilingnya. Suasana masih cukup sepi. Di satu sisi, ada satu bangunan yang saya lihat sepertinya berfungsi sebagai pusat informasi atau tempat perizinan sebelum masuk lebih jauh k…

Menyusuri Kabut Cikuray

Saya masih tak menyangka akan mendaki Gunung Cikuray di akhir pekan ini. Beberapa hari sebelumnya saya hanya merencanakan dan mengajak Amien -rekan saya di Astacala- untuk menemani melakukan hunting foto di kawasan Gunung Papandayan di Garut. Tetapi karena Amien yang tiba-tiba mendapatkan tugas dari kantornya, jadilah Petong yang saya ajak. Ia yang katanya mau ngikut ke mana saja  menyarankan untuk pergi ke Gunung Manglayang di timur Bandung. Tapi karena ajakan Muron, Cikuray lah yang akhirnya kemudian menjadi pilihan.


Gunung Cikuray adalah salah satu gunung tidak aktif yang berlokasi di Garut, Jawa Barat. Dengan tinggi 2818 m dpl, ia menjadi gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, Gunung Pangrango, dan Gunung Gede. Jika dibandingkan dengan tiga gunung yang saya sebutkan belakangan tersebut, tentu saja Gunung Cikuray tidak begitu dikenal dan kurang menjadi pilihan favorit para pendaki. Pemandangan alam yang disajikan Gunung Cikuray bisa dibilang tak seind…