Thursday, June 27, 2013

Sudah lama saya tak menulis. Sepertinya ada rasa rindu untuk kembali menggoreskan imaji. Tapi jemari tak kunjung lincah menari di atas keyboard di depan layar datar. Menuangkan hitam di atas putih ternyata menjadi semakin susah dibandingkan dengan membiarkannya berkelana sendiri dan hilang begitu saja sampai imaji lain menggantikannya lagi. Begitu seterusnya. Berbulan-bulan terlewati, saya hanya begini saja, terlena dalam kejenuhan. Benar-benar rugi. Seorang rekan pada suatu ketika menanyakan project buku yang saya kerjakan setahun yang lalu. Ah, ternyata sudah lama. Selalu saja hampir selesai, itu kata saya dalam hati.

Navicula
Jadi sebaiknya saya mulai menulis saja apa yang saat ini saya pikirkan. Tentang musik barangkali. Setidaknya ini menyegarkan kepala saya. Selama ini saya tak pernah menuliskan tentang nada-nada yang bisa ditangkap oleh indera pendengar manusia ini.

Berbicara tentang musik adalah berbicara tentang selera. Dan selera bukanlah hal yang tidak penting. Apalagi bagi orang yang memiliki idealisme dalam pemilihan musiknya. Pun begitu juga pada mereka yang menciptakan dan memainkan musik itu, ada idealisme yang dituangkan di dalamnya.

Ya, baiklah. Saya coba untuk bercerita tentang musik dan band yang tiba-tiba saja menjadi idola saya dalam beberapa bulan terakhir. Adalah Navicula, sebuah band dari tanah kelahiran saya di Pulau Dewata tujuh belas tahun yang lalu, atau tepatnya pada tahun 1996. Nama yang dulu pernah saya dengar dalam pelajaran Biologi saat SMP. Ya, Navicula adalah nama sejenis alga atau ganggang keemasan yang digunakan sebagai nama band mereka. Kalau kata orang, musik yang diusung oleh Navicula ini adalah musik yang bukan mainstream seperti yang sering muncul pada acara musik di televisi-televisi swasta belakangan ini. Lagi pula, saya memang tak menyukai yang mainstream atau yang sudah banyak orang tahu dan menggunakannya. Kalau dari alam kesombongan saya, mungkin ini supaya lebih terlihat eksklusif.

Dan kembali lagi kepada Navicula, mereka mengusung musik grunge yang mengingatkan saya pada Nirvana di masa SMA. Musik yang menurut saya aransemennya agak kasar. Tema lagunya sendiri sebagian besar adalah tentang isu-isu lingkungan dan kehidupan sosial yang kita lihat dan dengar setiap hari. Musiknya cadas dan lirik-liriknya tajam penuh arti. Dalam hentakan lagunya mereka seolah mengajak "Hei... Mari kita jaga bersama bumi ini!".

Hampir setiap saya mengerjakan tugas-tugas di kantor, lagu-lagu dari Navicula menyentak dari speaker komputer saya.  Maka tak usah heran jika rekan-rekan di kantor saya geleng-geleng kepala dan kemudian akan teracuni juga dengan lagu-lagu Navicula karena seringkali lagu-lagu band ini saya putar berulang-ulang. Ambil saja contoh lagu Metropolutan, yang menyindir kehidupan warga ibu kota dengan kemacetan dan polusinya. Atau coba juga dengar dan lihat video lagu Orang Utan yang menceritakan realita primata asli di bumi Kalimantan. Atau lagu Alien yang berkisah tentang kehidupan masa lalu dan masa depan manusia pada planet bumi. Atau lagu Di Rimba yang kembali mengingatkan dan membangkitkan semangat saya untuk menjelajah gunung-gunung dan hutan-hutan di nusantara. Atau yang paling gres, Busur Hujan, lagu yang baru beberapa minggu lalu dirilis di atas kapal Greenpeace Rainbow Warrior yang berkunjung ke Indonesia.

Selain contoh lagu tentang alam lingkungan, ada juga lagu isu-isu sosial seperti Mafia Hukum yang bercerita tentang dukungan mereka terhadap KPK dan tentang bagaimana bobroknya hukum di negeri ini. Anak-anak muda yang diracuni oleh fanatisme-fanatisme sempit untuk mengorbankan dirinya menjadi teroris dituangkan dalam lagu Budi Si Berani Mati. Ada juga lagu dengan lirik-lirik spiritualitas yang dalam yang menjangkau semua manusia baik yang beragama apa saja maupun yang tidak beragama sama sekali, Jiwan Mukti, alunan musik yang tenang dan lirik yang memikat kesadaran.

Dan yang pasti, band yang satu-satunya di dunia menerbitkan sabun untuk meminimalisasi penggunaan kelapa sawit ini ternyata menginspirasi saya. Dan mungkin juga Anda. Cobalah dengarkan beberapa lagunya. Dan coba juga untuk pahami walau hanya selintas saja. Yang semoga saja bisa menimbulkan getaran dan empati dari dalam diri melihat tema-tema yang diangkat dalam lagunya. Dan tentu saja yang saya maksudkan adalah bukan untuk meracuni Anda dengan musik kesukaan saya. Tetapi lebih kepada kita semua untuk bisa berkontribusi pada dunia dengan segala macam profesi kita, untuk kemudian menjadikan dunia milik kita bersama ini menjadi lebih baik. []

Lebih Lengkap tentang Navicula : Navicula Music
Foto diambil dari Navicula Facebook Page

Jakarta, Juni 2013

0 comments:

Post a Comment