Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

Napak Tilas Teluk Jakarta

Di tepi barat Teluk Jakarta, ada pulau-pulau bagian dari Kepulauan Seribu yang menyimpan nilai-nilai sejarah dan arkeologi yang berkaitan dengan masa awal penjajahan bangsa-bangsa Eropa, pendudukan Jepang, sampai dengan masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Tersebutlah Pulau Kelor, Pulau Cipir, Pulau Onrust, dan Pulau Bidadari yang tergabung ke dalam satu kawasan Taman Arkeologi Onrust (TAO), sebuah kawasan cagar budaya yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Jika kita pernah berwisata ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu, maka saat perjalanan awal kita akan melihat pulau-pulau tersebut yang bercirikan adanya benteng maupun reruntuhan bangunan-bangunan tua.
Berangkat dari Muara Kamal

Pagi itu, saya telah berada di Pelabuhan Muara Kamal, Penjaringan, Jakarta Utara untuk memulai perjalanan menuju Taman Arkeologi Onrust. Pelabuhan Muara Kamal adalah pelabuhan dengan jarak terdekat yang bisa digunakan untuk menuju pulau-pulau bersejarah ini selain dua pe…

Sepotong Keindahan Laut Pulau Pramuka 2

Perairan Pulau Pramuka lagi. Begitu pikir saya ketika ada ajakan untuk melakukan kegiatan menyelam di akhir pekan ini. Tanpa pikir panjang, saya mengiyakan ajakan tersebut. Alasannya adalah karena sudah sekian lama saya sudah tidak menyelam semenjak penyelaman saya yang terakhir yang juga di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, beberapa bulan silam. Selain itu, adanya rencana akan mengunjungi sebuah spot kapal karam membuat saya bertambah semangat.

Seperti biasanya, pagi itu, pelabuhan rakyat di Muara Angke begitu ramai. Perbaikan bangunan pasar masih berlangsung dan bau amis ikan tak pernah berubah. Di jalanan yang becek serta lorong sempit, berlalu lalang para abk dan kuli angkut serta para wisatawan yang akan berlibur akhir pekan di pulau-pulau Kepulauan Seribu, termasuk rombongan saya.

Dipayungi langit yang cerah, kapal yang mengangkut saya perlahan dan pasti mulai meninggalkan Teluk Jakarta yang airnya kehitaman. Saya lebih banyak tidur selama perjalanan menuju Pulau Pramuka …

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu


Sapardi Djoko Damono - Hujan Bulan Juni

Dari Pulau Harapan ke Pulau-pulau Sekitar

Hamparan laut dangkal dengan terumbu karang serta pulau-pulau kecil menghijau di sekitarnya, adalah pemandangan pertama yang saya lihat ketika perahu yang saya tumpangi mulai merapat di tepian dermaga Pulau Harapan. Suasana dermaga relatif sepi, hanya rombongan saya dan dua rombongan lain yang turun. Sungguh suasana dermaga yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan pulau-pulau tujuan wisata lain di Kepulauan Seribu yang pernah saya kunjungi.

Langit Kepulauan Seribu tak begitu bersahabat di akhir pekan ini. Hampir seluruhnya berwarna putih keabu-abuan yang mungkin saja mengecewakan para pelancong yang memiliki hobi memotret. Sementara gelombang di lautan cukup bersahabat, menandakan sudah bergantinya musim angin barat yang puncaknya di bulan januari dan Februari. Di tepian dermaga, berdiri sebuah gerbang warna hijau dengan tulisan "Pulau Harapan" yang catnya sudah mengelupas. Sementara di sisi-sisi lain dari pulau ini terparkir perahu-perahu kotok, perahu motor kecil yan…

Panggil Aku Kartini Saja *

Apakah seorang wanita bisa diangkat menjadi pahlawan padahal ia adalah seorang yang pro Belanda di zaman penjajahan? Ataukah ia yang hanya dikenal melalui surat-suratnya tanpa pernah bertempur mengangkat senjata pantas menyandangnya?


Tiba-tiba saja kalimat tanya di atas terlontar di sebuah jejaring sosial, dari seorang rekan yang berprofesi sebagai pemerhati sejarah sebagai pancingan untuk berdiskusi. Tentang polemik Kartini. Tentang banyaknya orang yang melupakan pahlawan wanita lain yang jauh lebih heroik dan berperang menggantikan atau bahkan bersama suaminya mengusir penjajah.

Pramoedya Ananta Toer pernah menuliskan biografi Kartini, sebagai sebuah karya yang memang ditujukan sebagai konfrontasi pada pihak yang meragukan kepahlawananya. Apa yang menjadi pembeda adalah cara perjuangan yang diambilnya. Ia yang merupakan seorang perempuan pribumi menolak dipanggil Raden Ajeng. Sebagai putri seorang bupati, ia sebenarnya berhak menerima penghormatan itu. Tapi setegasnya ia tolak. Di…

Melali ke Carik

Pariwisata menjadi bunga mawar yang sedang mekar dan begitu menggoda di Pulau Dewata. Hotel dan vila tumbuh bak jamur di musim hujan. Gaya hidup sebagian besar generasi penerus semakin berubah. Sementara sawah dan ladang perlahan menghilang ditelan zaman. Hari ini, siapa lagi yang mau jadi petani?

Melali ke Carik

Hari mulai beranjak senja. Awan putih berarak di angkasa menghalangi pancaran sinar matahari. Sawah terasering menghijau ditumbuhi padi yang sebentar lagi akan panen, bertingkat-tingkat begitu indah ke arah barat sepanjang mata memandang. Nun di bawah sana, lembahan Tukad Kunyit menyimpan misteri tersendiri. Sementara di arah yang berbeda, Pura Dalem Desa Adat Besang Kawan Tohjiwa berdiri tegak kesepian penuh kharisma di tengah persawahan yang kini sudah dilewati jalan kecil beraspal.

Semua yang ada di hadapan saya ini membangkitkan nostalgia akan masa kecil dulu. Ketika saya dan teman-teman sepermainan bagaikan Si Bolang di layar kaca. Bayangan tentang ramai-ramai berjalan di p…

Nyepi dan Lingkungan

Hari Raya Nyepi bagi warga Hindu Bali sudah lewat beberapa hari yang lalu. Saat itu seluruh aktivitas sehari-hari warga di Pulau dewata tersebut dihentikan dalam menyambut tahun baru saka yang jatuh pada pinanggal pisan sasih purnama kedasa atau hari pertama menuju bulan purnama yang kesepuluh berdasarkan penanggalan Bali. Ada empat pantangan yang dikenal dengan catur brata penyepian yang tidak boleh dilanggar ketika hari nyepi tersebut. Keempat pantangan tersebut adalah tidak boleh menyalakan api atau cahaya, tidak boleh melakukan pekerjaan, tidak boleh melakukan perjalanan atau keluar rumah, dan tidak boleh menikmati hiburan. Tetapi pantangan-pantangan di atas tidak berlaku bagi pecalang atau polisi adat yang bertugas maupun orang-orang yang mengalami keadaan khusus.
Dari satu hari pelaksanaan Nyepi di Pulau Bali ini, PLN melaporkan bahwa energi listrik yang bisa dihemat adalah lebih dari 250 MW atau jika dirupiahkan mencapai empat miliar rupiah. Penghematan ini terjadi karena sebag…

IT Day SDN Tangsi Jaya

Bocah-bocah itu duduk berjajar di bangku di dalam kelas dengan tangan yang terlipat rapi di belakang meja. Wajah-wajah mereka terlihat sedikit tegang tetapi penuh rasa ingin tahu ketika saya dan beberapa rekan Astacala memasuki ruang kelas. Di balik jendela, bocah-bocah yang lebih kecil terlihat mencuri-curi kesempatan melihat ke dalam kelas. Sementara di balik jendela di sisi yang lain, pepohonan menghijau pegunungan dengan kabut tipis tampak sejauh mata memandang. "Anak-anak kelas 5 dan kelas 6 sudah siap untuk belajar komputer", begitu kata Ai Sariyah, wakil kepala sekolah SDN Tangsi Jaya disertai beberapa guru yang menyambut kedatangan kami.

IT Day di SDN Tangsi Jaya

Langit pagi ini terlihat penuh dengan awan yang bergumpal-gumpal. Angkutan kota jurusan Dayeuhkolot - Mengger warna oranye sewaan mulai mengangkut saya dan rekan-rekan menuju kawasan Bandung Selatan. Menyusuri jalanan di pagi yang masih dingin menuju SDN Tangsi Jaya, sebuah sekolah dasar di Dusun Tangsi, Desa …

Cerita Sarung Bag

Sehari menjelang pemberangkatan praktik lapangan besar Pendidikan Dasar Astacala 20, kegiatan siswa pendidikan dasar adalah melaksanakan packing perlengkapan yang diawasi oleh panitia. Saat itu, tersebutlah seorang siswa yang bertubuh kecil mungil sedang packing sebuah sarung bag yang memancing perhatian salah seorang panitia.

Cerita Sarung Bag

Seperti yang umum diketahui oleh para penggiat alam terbuka khususnya di kalangan Astacala, sarung bag adalah dua buah sarung yang dijarit untuk disambung menjadi satu di mana salah satu ujungnya ditutup yang nantinya berfungsi sebagai kantong tidur. Nah, apa yang menjadi menarik adalah sarung bag yang dibuat oleh siswa tersebut hanya terbuat dari satu sarung. Tentu saja ketika melihat hal tersebut si oknum panitia melakukan koreksi dan menjelaskan panjang lebar tentang sarung bag yang harusnya terbuat dari dua buah sarung, yang kemudian si panitia meminta si siswa ini memperbaiki sarung bag miliknya. Si oknum siswa ini pun membantah…