Sunday, June 12, 2011

Gambaran Umum

Gunung Lawu adalah gunung berketinggian 3266 mdpl yang teletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur berdasarkan peta bakosurtanal terbitan tahun 2000. Gunung ini memiliki volume pendakian rata-rata tiap tahun yang cukup besar. Hal ini dikarenakan selain terkenal akan keindahannya, Gunung Lawu juga terkenal mistis. Makanya jangan heran jika di hari–hari tertentu pendaki gunung ini bisa mencapai ratusan orang. Bahkan Sinuhun Paku Buwono (Raja Kasunanan Surakarta) setiap tahun mendaki gunung ini untuk mengunjungi makam leluhur beliau, Raja Brawijaya V yang dipercaya bersemayam di Puncak Gunung Lawu.

Gunung Lawu 3266 Mdpl

Jalur Pendakian

Gunung Lawu mempunyai tiga jalur pendakian umum. Yaitu melalui Candi Sukuh (Cetho), Cemoro Kandang, dan Cemoro Sewu.

  • Melalui Candi Cetho (Karanganyar, Jawa Tengah)

Merupakan jalur terpanjang dari kedua jalur lainnya. Jika Anda mendaki lewat jalur ini Anda akan melewati beberapa situs candi peninggalan Prabu Brawijaya V. Jalur ini sekarang sudah jarang dipakai karena bisa memakan waktu 2 – 3 hari untuk mencapai puncak.

  • Melalui Cemoro Sewu (Magetan, Jawa Timur)

Bisa dibilang jalur terpendek gunung ini. Jika mendaki lewat jalur ini anda akan menghadapi medan bertangga batu yang cukup terjal dari awal sampai menuju puncak. Untuk menncapai puncak diperlukan waktu 6-8 jam jalan kaki normal. Base Camp Cemoro Sewu berlokasi di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.

  • Melalui Cemoro Kandang (Karanganyar, Jawa Tengah)

Base Camp Cemoro Kandang terletak sekitar 500 m di sebelah barat Base Camp Cemoro Sewu. Berlokasi di Kecamatan Tawangmangur, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Akses dari Kota Terakhir

  • Akses Transportasi ke Cemoro Kandang

Untuk mendaki Gunung Lawu dari Cemoro Kandang, perjalanan Anda bisa dimulai dari Kabupaten Karanganyar dan Kota Solo dengan menggunakan Bus jurusan Solo – Tawangmangu turun di terminal Tawangmangu. Jika Anda belum berbelanja logistik Anda bisa mampir dulu di Pasar Tawangmangu yang terletak di depan Terminal Tawangmangu, yaitu sekitar 7 km dari Base Camp Cemoro Kandang. Dari Tawangmangu perjalanan kemudian dilanjutkan dengan angkot putih jurusan Sarangan untuk turun di Cemoro Kandang. Base Camp Cemoro Kandang terletak di pinggir jalan raya menuju Sarangan dengan Kordinat 111o11’13’’E, 07o39’47’’S.

  • Akses Transportasi ke Cemoro Sewu

Hampir sama dengan jalur menuju Cemoro Kandang, akses dari kota terakhir untuk mencapai titik start pendakian dari Cemoro Sewu dimulai dari Kabupaten Karangayar atau Kota Solo. Dengan menggunakan Bus jurusan Solo – Tawangmangu dan turun di terminal Tawangmangu, kita dapat melanjutkan perjalanan lagi menuju cemoro Sewu sejauh kurang lebih 8 km dengan angkutan kota. Base Camp Cemoro Sewu terletak di tepi jalan raya menuju Sarangan dengan Kordinat 111o11’30’’E, 07o39’47’’S. Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu hanya berjarak 1 km yang dipisahkan oleh lembahan Sungai Banlono yang menjadi batas administrative antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Perizinan

  • Perizinan Base Camp Cemoro Kandang

Perizinan dapat dilakukan di Base Camp Cemoro Kandang yang dikelola oleh organisasi pecinta alam AGL (Anak Gunung Lawu). Biaya perizinan adalah Rp 6.000,00 per orang. Di base camp ini para pendaki bisa bermalam dan beristirahat.

  • Perizinan Base Camp Cemoro Sewu

Perizinan dapat dilakukan di Base Camp Cemoro Sewu yang dikelola oleh organisasi pecinta alam PGL (Paguyuban Giri Lawu). Biaya perizinan adalah Rp 5.000,00 per orang. Di base camp ini para pendaki bisa bermalam dan beristirahat. Di sekitar base camp juga terdapat beberapa warung makan.

Jalur Pendakian Cemoro Kandang

  • Base Camp – Pos 1 (Taman Sari Bawah)
Base Camp Cemoro Kandang

Kordinat Base Camp Cemoro Kandang adalah 111o11’13’’E, 07o39’47’’S. Sebaiknya kita mengambil air dari base camp sebelum mulai mendaki. Jalur menuju Pos 1 dimulai dengan hutan pinus dengan jalan setapak yang landai. Kita akan menyusuri punggungan lebar yang semakin menyempit ketika memasuki daerah hutan dengan pohon yang mulai beragam. Jalur cenderung landai hingga menuju Pos 1. Pos 1 yang bernama Pos Taman Sari Bawah berupa rumah dari batu yang lumayan besar untuk bermalam sekitar 7 – 8 orang pendaki. Di Pos 1 ini terdapat warung makan, sehingga pendaki sering beristirahat lama di pos ini. Pos 1 mempunyai kordinat 111o11’19’’E, 07o39’00’’S.
  • Pos 1 (Taman Sari Bawah) – Pos 2 (Taman Sari Atas)
Pos 1 (Taman Sari Bawah)

Jalur menuju Pos 2 masih berupa jalan setapak landai dengan hutan bersemak. Banyak tempat yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda di sepanjang jalur menuju Pos 2. Pos 2 yang bernama Pos Taman Sari Atas ini berupa bangunan rumah batu mirip dengan pos 1. Kita juga bisa mendirikan tenda di sekitar bangunan pos 2. Pos 2 terletak di Kordinat 111o11’16’’E, 07o38’33’’S.
  • Pos 2 (Taman Sari Atas) – Pos Bayangan
Pos 2 (Taman Sari Atas)

Jalur menuju Pos 3 diawali dengan jalur yang mulai menanjak dengan hutan yang didominasi dengan pohon–pohon kecil. Di awal jalur menuju Pos 3 ini Anda akan mencium bau belerang dari Kawah Baru. Jalur mulai landai ketika jalur memasuki tepi jurang. Di sepanjang jurang ini jalur pendakian akan mengitari punggungan ke arah barat. Pemandangan yang cukup indah menghiasi jalur di pinggir jurang ini. Setelah kira-kira melewati dua punggungan terdapat pos bayangan yang berupa bangunan rumah dari kayu. Pos Bayangan terletak di kordinat 111o10’55’’E, 07o38’24’’S.

  • Pos Bayangan – Pos 3 (Penggik)
Pos Bayangan

Jalur mulai menanjak menuju puncak sesudah melewati Pos Bayangan. Jalur menuju Pos 3 berupa tanjakan ringan berkelok–kelok yang terdapat banyak jalan potong yang cukup terjal untuk menghemat waktu. Jalur dari Pos Bayangan menuju Pos 3 akan terasa jauh karena jalan yang monoton dan berkelok–kelok. Pos 3 yang bernama Pos Penggik berupa bangunan rumah seng yang terletak di pinggir jurang. Tidak terdapat tempat yang cukup datar di sekitar pos untuk mendirikan tenda kecuali di dalam pos. Pos 3 mempunyai titik kordinat 111o11’04’’E, 07o38’07’’S.
  • Pos 3 (Penggik) – Pos 4 (Cokrosuryo)
Pos 3 (Penggik)

Jalur menuju Pos 4 masih berupa jalur tanjakan berkelok–kelok menyusuri punggungan bukit 3173 mdpl dan sudah memasuki daerah batas vegetasi. Sekitar 100 meter dari Pos 3 terdapat mata air di pinggir jalan setapak. Tanjakan akan semakin terjal saat mendekati puncak bukit 3173 mdpl yang disebut dengan Ondho Rante (tanjakan berantai). Di bawah puncak bukit itulah Pos 4 berada. Pos 4 atau Pos Cokrosuryo berupa bangunan rumah dari batu. Di sekitarnya terdapat tempat yang cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda. Di pos ini terdapat memoriam seorang pendaki. Dari Pos 4 ini kita bisa melihat guratan sinar matahari ketika terbit. Puncak Gunung Lawu juga sudah terlihat dari sini. Pos 4 terletak di kordinat 111o11’11’’E, 07o37’55’’S.

  • Pos 4 (Cokrosuryo) – Pos 5
Pos 4 (Cokrosuryo)

Jalur menuju Pos 5 berupa jalur landai yang mengitari Puncak Gunung Lawu dari sisi barat daya menuju ke sisi sebelah utara. Di sepanjang jalur sudah terlihat Puncak Gunung Lawu. Setelah sampai di sisi utara terdapat percabangan jalan setapak menuju Hargo Dalem (Pesemayaman Prabu Brawijaya) dan Hargo Dumilah (Puncak Lawu). Pertigaan inilah Pos 5 berupa tempat datar yang tidak begitu luas dan tidak ada bangunan selther. Pos 5 mempunyai titik kordinat 111o11’41’’E, 07o37’31’’S.
  • Pos 5 – Puncak Lawu (Hargo Dumilah)
Pos 5

Jalur dari Pos 5 menuju puncak berupa tanjakan berbatu yang cukup terjal. Jarak dari Pos 5 ke puncak tidak begitu jauh. Di Puncak Gunung Lawu terdapat bangunan tugu penanda sebagai titik triangulasi. Pucak Gunung Lawu berada di ketinggian 3266 mdpl. Puncak Gunung Lawu terletak di kordinat 111o11’39’’E, 07o37’37’’S. Dari Puncak Gunung Lawu kita bisa melihat kawah berupa dataran berpasir. Ke arah timur laut dari puncak akan terlihat komplek menyerupai perkampungan, itu adalah Hargo Dalem. Di komplek Hargo Dalem terdapat warung dan bangunan tempat singgah Raja Kasunanan Surakarta. Komplek Hargo Dalem terletak di 111o11’39’’E, 07o37’37’’S.

Jalur Pendakian Cemoro Sewu

  • Base Camp – Pos Perhutani 1
Base Camp Cemoro Sewu

Kordinat Base Camp Cemoro Sewu adalah 111o11’30’’E, 07o39’47’’S. Jalur perjalanan awal dari Cemoro Sewu ini berupa jalan setapak berbatu dan cukup lebar. Sepanjang satu kilometer pertama dimulai dengan hutan pinus dan cemara dengan tanjakan yang belum terlalu terjal. Sebuah makam yang menyerupai bangunan mushola dan sebuah tower pemancar akan kita lewati di awal perjalanan. Selepas hutan pinus dan cemara, kawasan terbuka berupa lading-ladang penduduk. Tepat ketika memasuki kawasan lading, terdapat sebuah pos buatan Perhutani yang kami sebut sebagai Pos Perhutani 1.

  • Pos Perhutani 1 – Pos Perhutani 2
Pos Perhutani 1

Pos Perhutani 1 ini memiliki kordinat 111o11’37’’E, 07o39’22’’S. Dari Pos perhutani 1 ini jalur melewati ladang-ladang penduduk. Bekas-bekas pepohonan terbakar terlihat di beberapa tempat. Juga batu-batu besar yang teronggok di tengah ladang. Perjalanan menanjak dan tidak terlalu terjal. Menjelang Pos Perhutani 2 ini kita akan memasuki kawasan hutan Gunung Lawu berupa semak-semak dan pohon-pohon yang tidak terlalu besar.

  • Pos Perhutani 2 – Pos 1 (Wesen Wesen)
Pos Perhutani 2

Pos Perhutani 2 ini berada pada kordinat 111o11’40’’E, 07o39’07’’S. Di dekat Pos Perhutani 2 ini terdapat sebuah mata air dimana pendaki bisa mengisi persediaan air di sini. Kondisinya berupa sumur dangkal dan air yang tidak melimpah. Jarak dari Pos Perhutani 2 menuju Pos 1 tidak begitu jauh, kurang lebih sekitar 150 m dengan jalan setapak mendatar dan sedikit menanjak.

  • Pos 1 (Wesen Wesen) – Pos 2 (Watu Gedeg)
Pos 1 (Wesen Wesen)

Pos 1 ini terletak di kordinat 111o11’40’’E, 07o39’04’’S. Ada sebuah bangunan permanen dan warung-warung di depannya yang buka ketika musim pendakian atau ziarah. Jalur mulai menanjak dan terjal. Di beberapa tempat jalan setapak berbatu menjadi sempit karena desakan semak-semak yang tumbuh. Vegetasi masih berupa tumbuhan-tumbuhan semak dan perdu dengan beberapa pohon besar yang sangat jarang. Di beberapa tempat ada batu-batu besar serta dinding-dinding tebing di sekitar jalur.
  • Pos 2 (Watu Gedeg) – Pos 3 (Watu Gede)
Pos 2 (Watu Gedeg)

Pos 2 akan kita temui di dekat sebuah dinding tebing yang tinggi. Saat ditemui kondisi bangunan Pos 2 mulai rusak. Di sekitar tebing di dekat Pos 2 ini terdapat tempat datar yang bisa memuat belasan pendaki dan bisa digunakan untuk mebuka kurang lebih lima tenda. Pos 2 ini terletak pada kordinat 111o11’38’’E, 07o38’28’’S. Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 masih menanjak dan terjal. Vegetasi tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Pemandangan daerah Tawangmangu dan Sarangan sudah mulai kelihatan, begitu pula Gunung Sidoramping yang berdiri di seberang selatan.
  • Pos 3 (Watu Gede) – Pos 4 (Watu Kapur)
Pos 3 (Watu Gede)

Pos 3 terletak pada kordinat 111o11’40’’E, 07o38’13’’S berupa sebuah bangunan pondok permanen dengan beberapa tempat datar di sekitarnya. Dalam perjalanan kita akan mendapatkan pemandangan terbuka ke arah selatan. Beberapa jalur terpasang pegangan anak tangga dari besi dan beton. Jarak horizontal Pos 3 ke Pos 4 ini kurang lebih 400 m dengan beda ketinggian 200 m.

  • Pos 4 (Watu Kapur) – Pos 5 (Jalatunda)
Pos 4 (Watu Kapur)

Di Pos 4 ini tidak terdapat bangunan apa pun sehingga kadang pendaki tidak sadar bahwa tempat ini adalah pos pendakian, hanya sebuah tiang kecil berdiri di atas bebatuan kapur. Pos 4 ini terletak pada kordinat 111o11’43’’E, 07o38’00’’S dengan sedikit tempat datar. Perjalanan menuju Pos 5 mulai mendatar. Tempat datar yang luas terbuka berupa padang rumput akan kita lalui. Di kawasan datar inilah Pos 5 berada.
  • Pos 5 (Jalatunda) – Sendang Drajat
Pos 5 (Jalatunda)

Pos 5 berada di kordinat 111o11’47’’E, 07o37’48’’S di manajuga tidak terdapat pondok atau bangunan, hanya tempat datar luas untuk mendirikan puluhan tenda. Di dekat kawasan datar ini di sebelah kiri jalur menuju Sendang Drajat akan ditemui sebuah sumur yang berisi air yang disebut sebagai Sumur Jalatunda. Dari Pos 5 (Jalatunda) menuju Sendang Drajat perjalanan akan sedikit menurun dengan pemandangan terbuka di sebelah selatan. Jalanan berbatu menanjak perlahan. Vegetasi-vegetasi dataran tinggi seperti cantigi dan bunga edelweiss banyak ditemui di sini.

  • Sendang Drajat – Warung Mbok Yem
Sendang Drajat

Sendang Drajat memiliki kordinat 111o11’53’’E, 07o37’44’’S. Di Sendang Drajat terdapat mata air yang bersih, tempat datar yang cukup banyak, cerukan-cerukan gua yang lebar, serta sebuah warung yang memiliki pondokan tempat menginap. Sendang Drajat ini adalah lokasi favorit pendaki untuk bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke Puncak Lawu (Hargo Dumilah). Dari Sendang Drajat ini kita juga bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Puncak Lawu (Hargo Dumilah) setelah melipir satu punggungan ke arah Warung Mbok yem atau komplek petilasan dan menggunakan punggungan berikutnya kea rah puncak. Dari kawasan ini, Puncak Lawu (Hargo Dumilah) sudah jelas terlihat.
  • Warung Mbok Yem – Puncak Lawu (Hargo Dumilah)
Warung Mbok Yem dan Beberapa Titik Petilasan


Warung Mbok Yem terletak di kordinat 111o11’53’’E, 07o37’33’’S. Di sekitar Warung Mbok Ye mini banyak terdapat tempat petilasan seperti Kaputren, Kasatriyan, Kapanditan, dan Hargo Dalem. Lokasi Warung Mbok Yem juga tidak jauh dari Pos 5 jalur pendakian Cemoro Kandang. Dari Warung Mbok Yem ini kita bisa mendaki ke arah Puncak Lawu (Hargo Dumilah). Puncak Lawu (Hargo Dumilah) di ketinggian 3266 mdpl terletak pada kordinat 111o11’39’’E, 07o37’38’’S.

Sumber Acuan

Beberapa sumber acuan yang digunakan untuk data Gunung Lawu ini adalah peta bakosurtanal 1:25000 lembar 1508- 132 Poncol dan 1408-134 Ngrambe serta catatan perjalanan pada Agustus 2010 dan Mei 2011.

Data oleh Bayu Wicaksono dan I Komang Gde S.
Foto dari Dokumentasi Astacala

3 comments:

  1. Wah ini yang lo bilang data perjalanan komplit itu ya? mantap jrot...
    bisa dijadiin referensi orang2 ini. Cerita yang sebelum ini tuh yang keren jrot.. :D

    ReplyDelete
  2. Izin make gambar ya..

    http://allchussna.wordpress.com/2013/10/27/catatan-perjalanan-lawu-3265-mdpl-part-2/

    ReplyDelete