Skip to main content

Posts

Showing posts from 2009

Hidup Sepatutnya

Seminggu yang lalu dua peleton Kompeni Semarang diberangkatkan ke Bali. Entah berapa lagi dari tempat-tempat lain. Nampaknya Kompeni kewalahan dalam perangnya di Bali. Padahal jarak Sanur ke Denpasar hanya enam kilometer, sedang jarak Kuta ke Denpasar hanya sebelas kilometer. Mereka telah bertempur selama dua puluh hari dan Denpasar belum juga jatuh. Tahu Tuan artinya ini? Senjata tajam yang dapat bertahan selama dua puluh hari terhadap senjata api? Patut rasanya Tuan bangga pada kenyataan ini. Dua puluh hari, Tuan!

Seminggu setelah datangnya surat itu koran memberitakan : Denpasar jatuh! Setelah aku hitung sejak tanggal mulainya penyerangan Kompeni, ternyata tempat itu jatuh setelah tiga puluh hari bertempur.

Berita di balik berita yang ditulis Ter Haar mengatakan :
Itulah peperangan gagah, jarang tandingannya dalam sejarah umat manusia, mungkin juga satu-satunya. Raja Klungkung, I Dewa Agoeng Djambe, telah memerintahkan semua keluarga raja di Denpasar dan semua punggawa, la…

Korupsi

Korupsi bukan saja berbentuk korupsi uang. Korupsi juga meliputi korupsi waktu dan hal-hal lain yang bukan menjadi hak kita.


Katanya di berita televisi tadi pagi, korupsi juga termasuk pada tindakan pungutan tidak jelas atau pungutan liar, baik yang memungut dan yang dipungut.

Kalau kita terlambat masuk kantor, terlambat masuk kuliah atau sekolah, kita sudah korupsi waktu. Melebihi semenit jam istirahat dan pulang kantor atau bolos kuliah juga termasuk di dalamnya.

Internetan, facebookan, chating, browsing, membaca koran, novel, atau komik selama jam kerja atau selama jam kuliah / sekolah juga masuk dalam ranah korupsi.

Begitu juga menggunakan fasilitas lain yang tidak seharusnya kita gunakan untuk kepentingan pribadi. Seperti penggunaan telepon, printer, kertas, dan lain-lain.

Memanipulasi uang saku orang tua oleh anak, atau uang dapur oleh istri dari suaminya, juga merupakan korupsi. Mungkin banyak lagi.

Jadi, ternyata memang ternyata. Banyak tindakan yang merupakan atau mendekati korupsi…

Tentang Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten,
tentu harus ada awak kapalnya
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Taken from Douglas Malloch - Be the Best of What You Are

Ada yang Hilang

Sesuatu berharga yang kita miliki biasanya tidak berbentuk secara materi atau fisik. Seorang kawan yang baru pulang dari Vietnam dan beberapa negeri kawasan Indocina bercerita tentang sesuatu berharga yang hilang, yang ia dan beberapa rekannya alami sehingga mengubah akhir perjalanan mereka.

Menjelang Senja di Cafe Batavia

Menjelang senja di Cafe Batavia kawasan Kota Tua Jakarta, saya habiskan waktu bersama kawan saya tersebut sembari menunggu waktu untuk bertemu dengan kawan yang lain. Sambil saya timang sebuah kompas bidik jerman yang ia berikan sebagai oleh-oleh, saya dengarkan ceritanya. Cerita tentang opini negatifnya pada sekelompok backpacker negeri tetangga yang melakukan perjalanan bersamanya. Selepas Vietnam melintas Laos, Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

...

Alkisah di suatu tempat di negeri Kamboja, karena sesuatu dan lain hal, terutama masih bermasalah dengan paspor, kawan saya tersebut tertinggal beberapa jam oleh bus dan rekan-rekannya. Dan juga semua barang bawa…

Klungkung, Pusat Kerajaan Bali di Masa Silam

Kalau kita berkunjung ke Pulau Bali, pastilah pikiran kita tidak jauh dengan Pantai Kuta dengan deburan ombak dan para bulenya yang berselancar. Atau eksotisnya kawasan Ubud yang terkenal dengan berbagai lukisan dan pemandangan alamnya yang asri.

Beberapa kilometer di daerah Bali Timur, terdapatlah sebuah tempat bersejarah yang bernama Kerajaan Klungkung dengan keratonnya yang bernama Semarapura. Kerajaan yang merupakan pusat kerajaan Bali selama lebih dari 200 tahun di masa silam.

Bangunan Bale Kambang
Sebagai sebuah tempat yang dahulu merupakan kerajaan, Klungkung memiliki banyak peninggalan yang bisa kita lihat. Salah satunya adalah Kerta Gosa, sebuah bale atau bangunan yang merupakan bagian dari komplek kerajaan yang berfungsi sebagai tempat pengadilan bagi penjahat pada masa itu. Konon dibangun oleh raja pertama Klungkung pada tahun 1686, yaitu yang bernama I Dewa Agung Jambe. Sampai sekarang, perlengkapan pengadilan berupa kursi dan meja yang digunakan pada masa itu masih ada.

Selai…

Panjat Pinang

Tuan, hari ini tanggal 17 Agustus 2009. Tuan tentu tahu ini hari berarti apa untuk rakyat Indonesia. Hari ini hari peringatan kemerdekaan kami. Pengibaran merah putih sudah kami lakukan. Ia sudah berkibar dengan gagah.

Tuan, hari ini kami juga bergembira. Mengadakan lomba panjat pinang, tradisi yang telah tuan wariskan. Ketika seperti dahulu tuan mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan lain-lain. Kami orang pribumi mengikuti lomba yang tuan selenggarakan. Memperebutkan hadiah keju, gula, dan kemeja. Barang-barang yang bagi kami sungguh sangat mewah.

Tuan, sementara kami pribumi bersusah payah memperebutkan hadiah, tuan dan teman-teman Belanda tuan menonton kami dan tertawa. Sementara kami pribumi berkeringat dan bersusah payah memperebutkan hadiah, tuan-tuan masih terbahak menertawakan penderitaan susahnya memanjat pinang. Bisa dibayangkan pelecehan yang tuan lakukan.

Tuan, sampai hari ini budaya tuan masih kami lestarikan. Tentu bukan untuk mengenang penghinaan tuan. Tap…

Daun Berguguran

Satu satu daun berguguran
Jatuh ke bumi dimakan usia
Tak terdengar tangis
Tak terdengar tawa

Beberapa manusia yang tak pernah tercatat di kalangan orang kebanyakan mungkin sedang pergi dari dunia hari ini. Dan dua tiga hari terakhir ini, dua seniman negeri ini juga telah pergi. Kabarnya membahana di berbagai media.

Mbah Surip walaupun hanya beberapa saat kita kenal bagi sebagian orang mungkin memberikan pelajaran yang sungguh berharga. Dan kita bangga bisa mengenalnya. Selebritis dadakan yang apa adanya. Bagi saya menyimbolkan kejujuran dan kesederhanaan. Kata orang, tatapan mata tak pernah berbohong. Saya tak begitu mengerti. Tapi tatapan matanya memang tak terlihat ada kejahatan.

Si Burung Merak WS REndra, juga menyusul Si Mbah, sepertinya menemaninya main gendong-gendongan. Sajak-sajaknya yang memberontak membanggakan rakyat negeri nusantara. Syair-syairnya yang beberapa saya tahu, menggambarkan tentang kehidupan, juga tentang misteri alam semesta.


Kita tak pernah tahu, kapa…

Ritual Alam, Antara Mitos dan Kearifan Lokal

Beberapa tahun lalu ketika saya dan dua orang kawan sedang berada di batas hutan Pegunungan Sunda, Desa Cisair, Purwakarta. Tersebutlah seorang bapak yang menemui kami yang masih melakukan aktifitas pagi. Seorang lelaki setengah baya yang mendengarkan dengan seksama niat kami yang akan mendaki pegunungan itu menuju kaldera Situlembang selama beberapa hari ke depan.

Dimintanya segelas air putih dan sebatang rokok. Sebelumnya ia meminta kemenyan dan tentu saja tak kami miliki, akhirnya diganti dengan rokok. Diambilkannya sejumput tanah basah di depan tenda. Dibacakannya ayat-ayat suci (sepertinya Alquran) diakhiri dengan semburan air putih dan asap rokok ke arah hutan dan ke arah kami menjelang kami akan memulai perjalanan.

Ardian Lubis "Gimbal", seorang kawan muslim yang taat menganggap hal itu syirik. Sedangkan Mario Carolus "Bolot" yang rajin ke gereja hanya menganggap angin lalu walaupun wajahnya sempat disemprot air putih. Sedangkan saya sendiri hanya tersenyum si…

Hari Bumi 22 April

Bung, John F. Kennedy terkenal dengan kata-kata bijaknya, "Jangan bertanya apa yang telah negara berikan kepadamu, tanyalah apa yang kamu berikan pada negaramu".

Bung, jangan bertanya kenapa tanggal 22 April disebut hari bumi, tanyalah apa yang telah Bung berikan pada bumi ini. Bung pernah bertanya, kira-kira apa keadaan Negeri Indonesia pada tahun 2050. Masih lama bung, kenapa dipikirkan.

Ok lah bung. Saya pada tahun 2002 pernah baca artikel majalah National Geographic bahwa pada 2050 air laut naik 50-70 cm dibanding saat artikel dibuat. Suhu rata-rata terus naik. Hutan makin berkurang, sea food habis dan gambaran-gambaran seram lainnya. Jadi bung, kota Semarang sebagian akan tenggelam. Juga kota-kota pesisir lain. Kesulitan air bersih terjadi di mana-mana.

Bung, gambaran menakutkan lagi adalah jumlah penduduk. Bung tahu, pemerintahan Indonesia pasca Soeharto gagal dalam melanjutkan program KB. Ingat bung, di Yogya pernah diusulkan ATM kondom. Tapi mereka yang berbudi pekerti …

Kita Panggil Dia Kartini

Kami beriktiar supaya kami teguh sungguh,
sehingga kami sanggup diri sendiri.
Menolong diri sendiri.
Menolong diri sendiri itu kerap kali lebih sukar daripada menolong orang lain.
Dan siapa yang dapat menolong dirinya sendiri,
akan dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna pula.

Ketika sebuah peristiwa sejarah diperingati, sejatinya mereka yang terlibat dalam prosesi peringatan itu telah melakukan usaha pemberian makna atas peristiwa itu.

Hari ini, kantor pasti dipenuhi karyawan yang memakai batik. Petugas dan sopir bus-bus trans jakarta berkebaya. Begitu juga para presenter dan pembawa berita di stasiun-stasiun televisi. Sebagai bentuk penghormatan dan memaknai sebuah peristiwa masa lalu. Lahirnya seorang perempuan dari golongan ningrat jawa, yang oleh dirinya sendiri ia tidak mengagungkan budaya keningratannya.

R. A. Kartini

Peringatan Hari Kartini tentulah bukan hanya sekedar perayaan dengan berpakaian serba kebaya atau batik. Bukan pula dipahami bahwa wanita memiliki peran dan fun…

Sumedang Tandang

Segelas teh manis, beberapa potong tahu, dan sebatang rokok menemani pagi kali ini di pinggiran alun-alun Kota Sumedang, sembari menunggu persiapan jamuan resepsi pernikahan Ulil, seorang kawan yang mendapatkan jodoh seorang mojang kota tahu ini. Aku datang terlalu pagi untuk acara resepsi, tapi terlalu terlambat untuk menyaksikan akad nikahnya.

Tempatku kini adalah persis di samping Jalan Raya Pos Anyer - Panarukan buatan Gubernur Jenderal Daendels 200 tahun silam. Yang beberapa saat tadi kuikuti dari Cileunyi menyusuri lekukan-lekukan Cadas Pangeran sampai di tepian alun-alun kota ini.

Hari minggu pagi yang beranjak siang. Alun-alun ramai dipenuhi warga kota. Tampak seperti keramaian umum di minggu pagi tempat-tempat ruang publik. Cukup berdesakan melihat kapasitasnya walaupun isinya cukup tertampung. Pedagang-pedagang kaki lima bertebaran di pinggir jalan, dan tentu saja jualannya bukan melulu tahu sumedang.

Bukit-bukit menghijau di pinggiran kota mengingatkanku akan kota kelahiran. C…

Bangsa Kasihan

Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yang tidak mereka panen,
dan meminum anggur yang mereka tidak memerasnya.

Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,
sementara menyerah padanya ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,
tidak sesumbar kecuali di atas reruntuhan,
dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya srigala,
filosofnya gentong nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan
namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa yang t…

Tentang Hidup

Hidup telah menyisakan kepada kita sejuta ketidakjelasan untuk dijawab.
Kegalauan dalam hati bukan suatu kutukan.
Kebebasan bukanlah sebuah aib yang diwariskan.
Nilai tanpa batasan yang jelas itu telah direduksi ke dalam bentuk hitam dan putih,
padahal tidak semudah itu.
Tidak ada salahnya untuk bertanya.
Tidak ada ruginya mempertanyakan ulang apa yang sudah ditanamkan di benak kita,
sebagai sesuatu yang memang sudah seharusnya benar dan salah.

Taken from Sayap Imaji
Jakarta, Februari 2009

Ujung Genteng & Cikaso Backpacking

Senja di Ujung Genteng

Langit terlihat memerah ketika kami tiba di Pantai Ujung Genteng. Matahari perlahan tapi pasti menghilang di cakrawala. Di depan sebuah pos pangkalan TNI AU, minibus yang kami tumpangi berhenti. Tempat ini merupakan ujung jalan. Tempat sebuah perkampungan nelayan Ujung Genteng.

Senja di Ujung Genteng

Setelah beberapa saat melapor dan bersoasialisasi di pos tersebut, kami pun beranjak untuk mencari tempat bermalam. Rencana mendirikan tenda di dalam hutan Cagar Alam Ujung Genteng kami urungkan karena larangan dari peraturan yang ada di sini.

Di bawah pohon ketapang, di pinggir pantai, dan sekaligus di pinggir jalan kecil, tenda kami dirikan. Beberapa ratus meter di sebelah selatan dan utara tempat kami, terdapat warung-warung dan kafe-kafe sederhana yang berdiri. Kami sebut kafe remang-remang. Alunan musik karaoke sayup-sayup terdengar.

Tempat ini sendiri masih termasuk di dalam wilayah Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Daera…

Segelas Teh Darimu

Nyanyikanlah lagu indah
Hanyalah untukku
Saat temaram datang ketuk hati

Tolong kau dendangkan
Usaplah nurani
Agar tak kelam

Sekali lagi kuminta
Coba kau nyanyikan
Semoga dapat kurasa ikhlasmu

Pasti kan kudengar
Pasti kuresapi
Kasih yakinlah

Bukan ku tak mau mengalunkan laguku
Kutakut menyakiti telingamu
Bukan aku enggan memainkan gitarku
Sebab cinta bukan hanya nada

Kalau kita saling percaya
Tak perlu nada tak perlu irama
Berjalanlah hanya dengan diam


Segelas teh manis buatan tanganmu, kuteguk perlahan. Kuresapi sebagai wujud kasih sayangmu. Segelas teh manis buatan tanganmu, kuteguk perlahan. Kuhirupkan udara untuk menenangkan segala resahku. Dari dunia yang mungkin tak ramah pada kita. Segelas teh manis darimu, kunikmati pasti. Sebagai rasa yang kupercayakan pada senyummu. Sebagai penghangat layaknya pelukan sayap perakmu, dari dingin udara yang mungkin tak kita kira. Segelas teh manis darimu, mengingatkan setiap waktu akan nada lagu yang membiru. Segelas teh manis darimu, apakah kamu tahu kalau itu m…

Ngurah, Rest In Peace

Rasanya baru beberapa minggu kemarin kita berbicara bersama di kamarku. Membicarakan tentang album baru dan majalah Metallica milikmu yang kupinjam. Juga tentang hidup dan keterasingan di Kota Jakarta. Masih terngiang tentang harapan-harapan dan ketidaktahuan kita tentang masa depan.

Sementara, saat ini dirimu tiba-tiba sudah menjadi abu. Kembali kepada semua unsur alam semesta. Cepat atau lambat, aku dan kami juga akan menghadapi misteri ini.

Katanya dan pikirku, tentang mereka yang mati muda, atau mungkin menjadi orang yang tak pernah dilahirkan. Hei... Kemana nanti kita akan pergi? Kita masih dalam satu sistem kesatuan teori penciptaan ini. Sudahlah, mari kita jalani semuanya dengan baik.


Semoga senyum dan kenanganmu tak hangus jua dalam api, yang membumbung tinggi di angkasa. Hilang, dan ada dalam ketiadaan. Kosong dalam keterisian.

Selamat jalan kawan. Semoga damai selalu bersamamu.

Picture taken from Ngurah Friendster Profile
Jakarta, Januari 2009

Citarum di Awal Januari

Masih seperti dulu. Air yang membelah daerah perbukitan kapur Bandung Barat. Yang berkali-kali sudah Astacala menjadikan aliran ini tempat latihan. Begitu juga penggiat alam ataupun atlet olahraga air di seputaran Bandung. Citarum, salah satu sungai yang menjadi ikon Jawa Barat, yang terbesar dan terpanjang, yang di masa silam memisahkan dua kerajaan, Sunda dan Galuh.

Di Riak Citarum

Gemericik air jernih yang berasal dari nun jauh di kaki Gunung WayangPengalengan. Dimuarai oleh Cikapundung yang sepanjang hari selalu kulihat ketika bepergian kuliah dulu. Juga ditambah sungai-sungai kecil lainnya yang ikut menjadikannya tempat berlabuh terakhir. Yang ketika musim penghujan akan meluapkankan sebagian isinya di seputaran Dayeuhkolot dan Baleendah. Untuk kemudian mengalir berkilo-kilometer ke barat sampai di PLTA Saguling yang akan menjadikannya energi yang bisa menerangi malam. Dan pada akhirnya riak dan jeramnya bisa kulihat di sini, di sebuah jembatan kecil yang terlihat rapuh dan melen…