Friday, March 21, 2008

Surabaya City Time

Surabaya. Untuk pertama kalinya aku di kota ini lebih dari sehari. Biasanya hanya cuman lewat atau sekedar singgah waktu dulu sering pulang pergi Denpasar - Bandung. Kali ini, tiga harian. Numpang di sebuah asrama mahasiswa anak-anak Bali, tempat Si Kupir, adikku, tinggal.
Menginjakkan kaki pertama kali di asrama ini, di malam yang sudah larut, sambutannya luar biasa. Three Musketeer ributnya minta ampun mengelu-elukan diriku.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Hari pertama. Tentu saja setengah hari dihabiskan di kampus ini. Secara aku ke Surabaya untuk menyaksikan wisuda Si Kupir. Sebagai tamu tak diundang, karena yang diundang hanya kedua orang tua. Jadilah aku nongkrong dan keliling-keliling di seputaran Graha ITS. Jadi orang nggak jelas sambil nungguin prosesi wisuda selesai.
Kampus ini cukup besar. Capek juga klo keliling jalan kaki. Apalagi kalau panas. Beugh...!!!
Selesai prosesi wisuda, mengiringi Si Kupir ama kedua ortu. Jadi tukang foto.

Di Kampus ITS

Ke Fakultas teknik Industri ITS, sambutannya lumayan. Malah berlebihan. Ada tabur bunganya segala menyambut kedatangan wisudawan dan kerabatnya. Termasuk aku. Byur... Byur... Buset dah... Aku jadi salah tingkah ditaburin bunga oleh mahasiswi-mahasiswi itu.

Kebun Binatang Surabaya

Selepas siang, sepulangnya dari kampus. Jalan-jalan. Ke Bonbin Surabaya. Nengokin saudara lagi. Seperti biasa, jalan-jalan ke tempat yang namanya kebun binatang, sudah pasti bau. Binatang yang ada banyak. Tapi menyedihkan melihat mereka jadi tontonan. Tau ya, hati kecilku tidak begitu suka dengan hal ini. Yang seharusnya tempat mereka di habitat yang layak, kini malah di kandang yang sempit dan tidak bebas. Hhh... Taulah. Udah nasib mereka jadi binatang kali.

Let Me Free, Please...!!!

Oia, di kebun binatang ini juga ada perpustakaan tentang hewan. Kulihat-lihat di dalamnya, nggak begitu lengkap. Berisi buku-buku lama dan maket-maket berbagai jenis binatang.

Angkot yang Nyaman

Capek keliling di kebun binatang, kami jalan-jalan lagi. Naik angkot menuju ke arah Tunjungan Plasa. Ngomongin soal angkutan kota di Surabaya, enak euy angkotnya. Mirip angkot di Bali. Bersih dan cukup rapi jika kubandingkan dengan angkot-angkot yang dulu sering kunaiki di Bandung. Bandung mah parah nih angkotnya. Asal bisa jalan, bablas aja. Hahaha. Trus yang baru pertama kulihat di angkot Surabaya ini adalah klo mo turun kita pencet tombol yang ada di plaffonnya. Jadi ga perlu capek-capek teriak "Kiri... Kiri...".
Sedangkan hal yang masih sama dengan angkot-angkot di kota lain di indonesia, yaitu kebiasaan angkot yang berhenti seenaknya yang membuat pengguna jalan lainnya dongkol.

Kota yang Penuh dengan Mall

Semenjak tiba di Surabaya sampai jalan-jalan ke kebun binatang, belasan mall sudah kulewati. Kata Kupir, di Surabaya memang banyak mall. Ya sudah, disempatkanlah mampir ke Tunjungan Plasa. Katanya mall terbesar di kota ini. Beugh... Memang besar dan luas. Capek duluan ngeliat mall iini. Apalgi klo disuruh keliling lagi jalan-jalan di mall ini. Capek, haus, lapar. Akhirnya kami cuma makan malam di salah satu food courtnya.

Monumen Kapal Selam

Seusai dari mall. Kali ini menuju Monumen Kapal Selam dengan berjalan kaki. Menikmati suasana malam Kota Surabaya.

Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam ini, walaupun namanya monumen, ternyata hanyalah sebuah kapal selam tua buatan Uni Soviet. Yang pernah terlibat pada Pertempuran Laut Aru.
Masuk ke dalamnya, peralatannya masih lengkap, walaupun sudah tidak layak untuk difungsikan. Ada mesin-mesin kapal, senjata-senjata torpedo, teropong untuk melihat keluar kapal, maupun ruangan-ruangan untuk istirahat. Ruangannya bersekat-sekat, dipisahkan oleh pintu berbentuk lingkaran seukuran orang dewasa. Aku sempat kejeduk.
Di luar kapal selam, ada kios kecil tempat menjual suvenir dan makanan kecil. Terus ada juga ruangan yang difungsikan sebagai bioskop kecil tempat menonton film-film bahari. Di dindingnya terpasang foto-foto tentang kelautan plus satu foto norak, foto cewek-cewek berpakaian kelasi yang seksi. Ini maksudnya apa, ada foto nggak nyambung nyempil satu biji.

Balik

Menjelang jam sepuluh malam, kami pun balik ke asrama Kupir. Sambutan Three Musketeer masih luar biasa.

The Three Musketeer Gila

Capek, seharian jalan-jalan keliling Surabaya. Kami pun istirahat. Besok kami akan jalan-jalan lagi.

Surabaya, Maret 2008

0 comments:

Post a Comment