Skip to main content

Posts

Pameran Foto Tipis-tipis

Total ada dua puluh delapan foto terpasang di dinding kaca. Di lorong menuju ruang utama. Di kantor ABB di Gedung Alamanda Bali lantai tiga. Sebagian ada di balik dinding. Di dalam ruangan rekreasi.

Ini pameran foto kami. 'Tipis-tipis' saja. Seperti istilah yang populer belakangan ini. Kurang lebih berarti pameran santai. Hanya sampingan. Serius, tapi tak serius-serius amat.

ABB adalah tempat saya bekerja tiga tahun terakhir ini. Dari sekitar 75 orang yang bekerja di kantor cabang Bali ini, ada banyak penghobi fotografi. Laman Instagram rekan-rekan sekantor saya ini pun menarik. Temanya sebagian besar adalah landscape, budaya, dan street.

Maka ketika tahu ada banyak penghobi fotografi, ide pameran itu pun muncul. Pencetusnya adalah Rizky Matriasya Hammed. Dan juga Kristianto Yanuar. Saat itu saya dengar mereka membahas pameran foto ini saat break ngopi. Saya ikut tertarik. Dan pastinya mendukung.  Bagaimana teknis pelaksanaannya, nanti akan diobrolkan bareng.

Akhirnya pengumu…
Recent posts

Gowes Panas-panasan, Denpasar - Abiansemal

Pagi-pagi benar saya sudah menyiapkan sepeda. Membersihkannya dari debu. Kemudian memasangnya pada rak gantung di mobil. Cukup menghabiskan waktu.

Di lain tempat, dua rekan saya sudah memanggil-manggil melalui Whats App. Mereka adalah Dwiana Putra, alias Ufo. Dan Alit Arimbawa. Dua rekan saya semasa kuliah di Bandung. Juga rekan sekantor dan sekos di Jakarta. Yang kini kami semua sudah tinggal di Bali.

Saya berjanji pada Alit akan bersepeda bersama. Dimulai dari Subak Sembung di Peguyangan. Alit yang tinggal di Peguyangan, menunggu saya di sana. Sedangkan Ufo memilih untuk menunggu kami di perempatan lampu merah. Tak jauh pula dari Subak Sembung.

Jam tujuh pagi, perjalanan bersepeda dimulai. Terlambat satu jam dari rencana. Ufo manyun. Sepertinya kesal. Tapi kesalnya tak tersalurkan karena saya cuekin. Perjalanan dimulai agak siang. Ia tak suka. Tapi mau bagaimana lagi. Sudah terlanjur terlambat. Lagian tak siang-siang amat.

Jalur sepeda kali ini diatur oleh Ufo. Ia yang menyiapkanny…

Dua Belas Jam di Batur dan Besakih

Ada dua pura besar di Bali yang memiliki waktu upacara bersamaan. Yaitu Pura Ulun Danu Batur di Kintamani, Bangli. Dan Pura Besakih di Rendang, Karangasem. Keduanya merupakan pura kahyangan jagat, yang bersifat universal. Artinya semua umat manusia di dunia diperbolehkan melakukan pemujaan di sana.

Di tahun 2019 ini, Besakih melaksanakan upacara Panca Wali Krama. Upacara besar yang dilaksanakan sepuluh tahun sekali. Setiap tahun Saka yang diakhiri dengan angka nol. Kali ini, dilaksanakan pada tahun 1940 Saka. Dimulai sebelum perayaan Nyepi, tepatnya pertengahan Februari. Sampai nanti berakhir diparuh ketiga April, di tahun 1941 Saka.

Sementara di Ulun Danu Batur, dilaksanakan Ngusaba Purnama Kedasa. Setahun sekali. Setiap bulan purnama di bulan kesepuluh, penanggalan Bali. Dibandingkan dengan Besakih, rangkaian waktu upacara di Batur lebih pendek. Dimulai pada paruh ketiga Maret dan berakhir di minggu pertama April.

Saya bersama keluarga melakukan persembahyangan ke kedua pura terseb…

Untuk Selandia Baru

Saya belum pernah ke Christchurch. Kota besar di Pulau Selatan di negara Selandia Baru. Tapi saya telah banyak mencari informasi tentangnya. Menyusuri beberapa jalanan dan beberapa titik pentingnya di Google. Melalui map, street view, atau beberapa website informasi lainnya. Ini karena saya berangan-angan akan pergi ke sana suatu hari nanti. Bersepeda. Di Pulau Selatan itu, yang banyak memiliki bentang alam indah. Di mana Christchurch adalah pintu gerbangnya.

Ketika mendengar berita penembakan di dua mesjidnya, saya terhenyak. Kaget. Ngeri. Selandia Baru yang saya kagumi ketenangannya ternyata mengalami kejadian brutal. Puluhan orang menjadi korban. Bahkan pelakunya merekam aksinya melalui video. Live. Siaran langsung. Saya tak menontonnya. Tak mau. Saya tak habis pikir, apa yang merasuki kepala pelakunya. Apa yang membuat dendamnya begitu kesumat.

Selandia Baru adalah negara yang memiliki indeks pembangunan manusia yang tinggi. Jumlah penduduknya sekitar 4,5 juta. Setara dengan juml…

Hari Raya Nyepi

Entah sudah berapa kali Nyepi dirayakan di bumi ini. Khususnya di Bali, yang segala pengaruhnya datang dari Jawa. Jika dihitung sejak kedatangan Aji Saka, maka ini adalah perayaan Nyepi yang ke-1563. Tapi ini hanya perkiraan. Bisa saja perayaan pertamanya dirayakan jauh hari setelah kedatangannya.
Aji Saka, adalah seorang pendeta dari India. Datang ke tanah Jawa pada tahun 378 Saka. Atau ketika tahun 456 Masehi. Dialah yang memperkenalkan perhitungan tahun ini. Makanya dikenal sebagai tahun Saka. Selisih Saka dan Masehi adalah 78 tahun. Masehi lebih dulu. Saka belakangan. Hasil ke-1563 yang saya sebutkan sebelumnya adalah hasil dari kalkulasi ini.

Nyepi adalah hari pertama tahun Saka. Yang unik, hari pertama tahun ini adalah hari pertama di bulannya yang kesepuluh. Bukan hari pertama di bulannya yang pertama. Di Bali, disebut sebagai pinanggal apisan sasih kedasa. Pinanggal apisan artinya tanggal satu. Sasih artinya sama dengan bulan. Kedasa artinya kesepuluh. Tanggal satu bulan sepu…

Gowes Blusukan, Kintamani ke Klungkung (Bagian 4)

Hari sudah sore. Beberapa warga sekitar ada yang mandi di bawah jembatan Sungai Telaga Waja. Airnya memang jernih. Mengalir dari kaki Gunung Agung di utara sana. Sementara, kendaraan berlalu-lalang melewati jembatan.

Saya dan Anatoli Marbun "Bolenk" baru saja tiba di jembatan ini. Batas Kabupaten Klungkung dan Karangasem. Setelah sebelumnya bersepeda dari Desa Suter di Kintamani. Sampai kemudian tiba di sini, di Desa Tangkup. Empat etape sudah kami lalui. Selanjutnya, kami akan menempuh etape kelima. Etape terakhir dari jalur bersepeda kami.


Etape Kelima : Tangkup - Semarapura

Di seberang jembatan, adalah Desa Selat. Tepatnya, kawasan yang bernama Banjar Apet. Kami mulai mengayuh sepeda ke sana. Melewati jembatan. Kemudian jalan menanjak. Tanjakannya hanya belasan meter. Kami menuntun sepeda.

Ada pertigaan jalan. Dengan pohon bambu yang menyeruak menaungi jalan. Di sana, kami berbelok ke kiri. Menyusuri jalan makadam. Berbatu. Dengan beberapa sampah plastik berserakan. Juga …

Gowes Blusukan, Kintamani ke Klungkung (Bagian 3)

Ini adalah sambungan catatan perjalanan saya sebelumnya. Bersepeda bersama Anatoli Marbun "Bolenk", dari Kintamani ke Klungkung. Kami sudah menempuh dua etape : Suter ke Pempatan, dan Pempatan ke Muncan. Berikutnya, kami akan menempuh etape ketiga.


Etape Ketiga : Muncan - Sangkan Gunung

Kami sudah selesai makan siang di sebuah warung di Muncan. Menunya mie ayam bakso. Karena saya lapar dan lelah, rasanya menjadi sangat nikmat. Mangkok mie sampai bersih.

Perjalanan di etape ketiga ini merupakan yang paling mudah. Karena seluruhnya adalah jalan beraspal. Menghubungkan Desa Muncan dengan Desa Sangkan Gunung.

Kami mulai mengayuh sepeda lagi. Tak lupa sebelumnya mengisi ulang botol minum dengan air mineral. Jalan menurun terus. Dengan pemandangan sawah yang hijau. Juga beberapa rumah di pinggir jalan. Karena jalannya cukup besar, anjing-anjing di pinggir jalan tak banyak tingkah. Tak banyak menggonggong atau mengejar seperti di etape kedua. Mungkin karena telah terbiasa melihat k…